Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #there'salwayssomethingineverything

No Man No Cry

              Saya punya teman perempuan dari Italia yang suka sekali dengan Bob Marley. Dulu, dengan semangat berapi-api dia mengajari saya lagu “No Woman No Cry” yang ia modifikasi sendiri menjadi “No Man No Cry”. Agaknya memang dia memiliki masa lalu yang buruk dengan laki-laki. Entah sudah kali keberapa sakit hati, sampai-sampai ia punya prinsip untuk lebih baik tidak berhubungan dengan mereka karena hanya akan berujung air mata.             “ Remember ,” katanya ketika menjabat tangan saya sesaat sebelum berpisah. “ No boyfriend, no problem, no cry. ” Ia lalu mengedipkan sebelah mata dan tersenyum penuh arti. Saya tertawa ketika mendengar kalimat itu. Kami sedang bersedih-sedihan karena akan berpisah, tapi malah kalimat itu yang menjadi pesannya sebelum pergi. Seolah dia mewanti-wanti setiap perempuan untuk berhati-hati. Dan memang itulah yang dia lakukan sebelum-seb...

Perayaan Kesabaran

El Clasico yang saya ingat selalu tentang degup kencang jantung, teriakan pengiring setiap gerakan, dan yang paling penting—persiapan telinga untuk menelan mentah caci maki dan pelapangan dada—seperti yang diajarkan Sheila on 7. Namun, lebih dari sekadar menang-kalah, setiap pertandingannya selalu gegap gempita dan layak untuk dirayakan. *Putar lagu Fariz RM – Barcelona untuk pengalaman membaca yang lebih baik.* Sumber gambar : twitter.com/fcbarcelona             Delapan Desember 2021, sehari sebelum pertandingan Bayern Muenchen lawan Barcelona di Liga Champions. Sudah dua minggu sejak kedatangan Xavi yang memulai era baru kepemimpinan Barca setelah hengkangnya Koeman. Para Cules menyambut kedatangannya bagai merayakan kembalinya seorang kesatria. Di Pundak Xavi-lah tercurah seluruh harapan fans untuk menyelamatkan muka Barca di liga nomor satu Eropa.             Dalam wawa...

Kita Boleh Bangga, Legenda Kretek Indonesia di Semesta Per-sebat-an

Sumber gambar: "Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes" oleh Mark Hanusz, 2000. Semua ini bermula dari Quora, aplikasi online yang memfasilitasi tanya jawab diantara para penggunanya, sehingga siapapun yang menggunakan Quora dapat mengajukan pertanyaan, memberikan jawaban, ataupun hanya membaca jawaban dan pertanyaan yang diberikan oleh warganet. Semua pertanyaan dapat diajukan, mulai dari pertanyaan penting tentang sejarah Majapahit sampai yang paling tidak penting seperti misal, mengapa kita selalu terasa lebih cerdas di kamar mandi.             Pada suatu hari yang cerah dan baik untuk bermalas-malasan, saya sedang  scrolling  lini masa Quora dan mendapati salah satu pertanyaan yang menarik perhatian saya: Adakah reaksi yang berkesan dari orang-orang di luar negeri ketika mereka mengetahui kamu berasal dari Indonesia? Sebagai warga negara Indonesia, saya tentu tertarik, dong. Kira-kir...

Kalau Kata Rhoma Irama, Begadang Boleh Saja Asal Ada Perlunya

Kebanyakan begadang seenggaknya memberiku perspektif penting. Sehabis malam akan selalu ada pagi. Sehabis gelap pasti ada terang. Jangan takut lagi. Kalau kau takut gelap, nyalakan saja lampu. Cahaya menemanimu dan meninabobokanmu. Matahari akan segera datang.   Malam menjelang subuh akan selalu yang paling gelap. Tapi tidak apa-apa. Ketika langit mulai membiru dan kau mulai bisa melihat segalanya, semua akan baik-baik saja. Seolah semua monster mati dan mimpi buruk selesai. Saat-saat paling mengambang dengan perasaan aneh—dihantui masa lalu atau terngiang masa depan—akan selesai. Ketika setitik cahaya telah muncul dan suara kokok ayam memecah sunyi, kau akan merasa lega. Saat-saat itu adalah yang terindah dari segalanya.  Lalu kau akan mengalaminya lagi dan lagi.   Dan itu tidak apa-apa. Itu cuma siklus yang kita pelajari saat sekolah dasar. Kau akan terbiasa. Kau tak lagi takut malam maupun gelap. Pada akhirnya, kau akan selalu percaya bahwa sehabis malam selalu a...

One Day at a Time, Dear Amigo

            Wah… Been such a long time since the last day I wrote on this blog . Selama itu jugalah saya kelimpungan cari kegiatan, rasanya bosan juga dengan rutinitas tak bermanfaat macam makan-tidur-nonton. Ternyata kebanyakan me-time juga nggak bagus. Hahah. Saya jadi nggak punya kehidupan sosial yang menarik dan malah menghabiskan diri berlamun-lamun membayangkan, “Aku harus ngapain ya habis ini…” Wkwkwk.             Akan tetapi, saya bersyukur sekali, karena setidaknya saya punya list film-film yang selalu ingin saya tonton, buku-buku menarik yang enak dibaca, dan lagu-lagu keren untuk karaoke-an di rumah. Ada juga setumpuk pekerjaan rumah yang sebelumnya nggak pernah bisa saya kerjakan karena sibuk kuliah ( well , ini alasan saja sih, soalnya sebenarnya saya ada waktu, tapi saya suka mengerjakan tugas mepet. Eric Weiner pernah bilang manusia ini makhluk lima menit ...