Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #cerpen

Menjelang Malam

Aku selalu menyukai saat-saat menjelang malam. Matahari tenggelam perlahan, menyisakan seberkas cahaya yang menembus awan tipis bagai noda di kain putih. Rasanya hangat, berkas-berkas cahaya itu tak terlalu terik, namun cukup terang sebagai teman membaca buku dan menyesap kopi. Semesta seolah menawarkan sepersekian waktu dari keabadiannya untuk mengantar raja matahari kembali tidur, sebuah ritual agung yang diikuti oleh burung-burung, tiupan angin lembut dan pepohonan. Saat-saat seperti itu selalu membuatku menahan napas. Ingin rasanya membungkus pemandangan itu ke dalam bungkus permen sehingga dapat kukulum sewaktu-waktu.             Setelah ritual mengantar matahari itu, langit seolah-olah berhenti bermain drama dan menunjukkan jati dirinya. Bintang-bintang muncul dan bulan giliran jaga malam. Seolah-olah mereka ada disana untuk menonton manusia yang tak pernah berhenti bergerak. Langit malam selalu apa adanya. Mereka seolah men...

Menonton Laron

            Saya kira tidak ada yang lebih syahdu daripada menonton laron-laron berterbangan di seputaran lampu jalan dekat pos ronda tengah kampung bersama Bapak. Malam-malam, sehabis hujan, bertemankan jaket tebal dan sepotong cerita, kami menonton laron yang seolah-olah menggambarkan kondisi chaos. Tanpa tujuan, merebut cahaya, ketakutan. Tak karuan.             Kegiatan menonton laron sehabis hujan merupakan agenda wajib saya dan Bapak sehabis maghrib. Saya sangat menyukai pertunjukan itu sebab bagi saya laron-laron yang berterbangan itu dramatis sekali. Mereka adalah wujud nyata konsep anarki, kelompok tanpa hierarki yang sama-sama memiliki insting melindungi diri. Saya suka melihat bagaimana mereka terdorong oleh kebutuhan dengan memberanikan diri keluar dari dalam tanah dan mencari kehangatan. Saya tertarik pada bagaimana laron-laron ini keluar mencari pasangan dan ...