Langsung ke konten utama

Please, Let Me Get What I Want*

I wish I could feel that beautiful feeling all over again
To make such a soulful poems back like I used to do this entire time
To forget what I knew and becoming a child once again
To feel that happiness easily only because of small things
To not feel alone anymore;
and to stop writing such a sad poem.


*The title is taken from The Smiths' song, "Please, Please, Please Let Me Get What I Want" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Penggemar

Hello guys... Welcome to my channel... Ok, it's probably really awkward because well, does anyone even read this? Or I just talking to myself? Hahaha... But it is okay... I still love to writing even if nobody reads hehehe... Jadi, bagaimana kabarmu hari ini, Kosmos? Semua berjalan lancar? Aurora masih di langit Kutub? Gravitasi masih berlaku? Aku menanyakannya kepadamu, karena buatku segalanya telah berubah... Banyak hal tidak sama lagi. Selain meng- upgrade diriku menjadi manusia milenium yang mengandalkan ojek online dan sudah beberapa kali nonton bioskop, aku kira masih banyak hal lain yang seolah-olah terdiam, tapi sebenarnya berubah. Sains bilang kita bukan lagi orang yang sama setiap 10 tahun berlalu. Tapi, what makes Tanti 'Tanti' is still the same, right ? Esensi yang barangkali takkan pernah terjawab selama aku menjadi manusia. Menurutmu, Kosmos, apakah sedetik yang baru saja berlalu telah merubah sesuatu di dunia ini? Adakah sesuatu yang berubah setiap deti...

Semua Ikan di Langit, Petualangan Bus Damri, dan Trayek Angkasa Lintas Ruang-Waktu

“Lewat sastra aku belajar mengenal-Nya.”             Ada sebuah cerita pendek berjudul “The Egg” karya Andy Weir yang saya baca saat sedang menunggu kelas di suatu siang yang mendung tahun lalu. Sebuah cerita yang berkali-kali memukul hati saya. Bukan karena sedih, melainkan karena kagum dan terkejut akan interpretasi sang penulis terhadap rahasia alam semesta dan keilahian. Sebuah imajinasi yang luar biasa.             Ditarik lebih jauh lagi, tepat hari Senin, tanggal 18 Januari 2016, amanat Pembina upacara di sekolah saya membuat saya mampu bertahan berdiri tanpa mengeluh. Itu adalah amanat terbaik sepanjang masa. Kalau biasanya amanat diisi dengan nasihat-nasihat basi yang sudah diulang ribuan kali macam menjaga lingkungan dan meningkatkan pretasi sekolah, amanat pembicara hari itu, yang disampaikan seorang guru, membuat saya tertarik untuk mendengarkan alih-alih mengusi...

Suatu Hari yang Indah di Schwarzwald

(1) Mudah sekali merasa rindu. Saat kamu duduk di depan kaca dan melihat ke arah jalanan, kebetulan lagu I Miss You dari Blink-182 yang berputar secara acak di hapemu. Lalu tiba-tiba kenangan itu muncul satu per satu, acak, samar, sampai sulit dibedakan mana yang nyata mana yang tidak. Saat secara tiba-tiba ada sesuatu yang dulu pernah kamu kenal menganggumu lagi. Saat tiba-tiba semuanya terasa jauh sekali. Saat kamu ingin tertawa dalam tangis. Seperti kesadaran bahwa segalanya tak lagi sama. Saya rindu sekali pada dirimu. Sejauh apapun saya pergi ujung-ujungnya dirimu lagi. Seperti sebuah kenangan yang muncul secara kurang ajar. Mudah sekali merasa rindu. Pada apa yang kini terasa sulit. Terasa lucu juga. Merindukanmu seperti mengingat sesuatu yang tak pernah terjadi. Sulit dicari jawabnya. (2) Kadang bosan berputar-putar dalam kata. Bosan berbelit-belit tapi kamu nggak tahu juga maksudnya apa. Kadang lebih enak ngomong langsung terang-terangan: Saya rindu kamu. Seperti itu mis...